Sabtu, 14 November 2009

mini ff . nothing better . 6

mini ff . nothing better . 6
by Meeranti Aprilisna

"gomawo" leemin berbicara di hanvun
"sip." seseorang membalas dari seberang

RS Seoul. 08.00PM

"hyung kami bawa banyak makanan, ada sondae, kimchi, dan banyak buah." changmin mendekati junsu.

junsu: "gomawo. tapi sulit makan kalau muka di perban begini. by the way, bagaimana konser di sbs?"

jj: "kita suda kasih yg maximal, tapi tetap saja terasa kurang." sambil narsis di dekat junsu

junsu: "hyung, mukaku seperti mumi ini kau foto juga" sambil mendorong jj.
jj pun turun dari kasur junsu.

lalu pintu kamar terdengar diketuk. seorang dokter dan dua suster masuk.

dokter: "junsushi, saatnya membuka perban. apa anda sudah siap?"

semua orang terlihat antusias sambil melihat respon junsu

junsu: " na..nanen siap!"

semua tersenyum senang

uno: "baiklah kita akan keluar. Hwaiting!" :)

uchun: "semoga berhasil!"

akhirnya jj, uno, uchun, changmin keluar ruangan.
terlihat banyak cassiopeia di luar ruangan, tapi sudah diamankan beberapa security, terdengar teriakan ~junsu oppa hwaiting! ~kita selalu mendukung mu ~kyaaaa. lalu mereka diusir karena menggangu. (kasihan padahal udah ada yg bawa jimat jimat gak jelas. salib segede pager juga dibawa (?)

cm: ~terlihat menghitung berapa banyak wanita disana "34,35.....40"

uchun: "ah kau sedang apa minmin?"

cm: "ah.. aniyo.."

mereka duduk di kursi tunggu, berharap semoga saat dibuka perban junsu nanti tidak terjadi apa2 dengan mukanya.

jj: "sudah jam segini mereka belum datang" ~ sambil melihat jam

uno: "siapa? junho dan yoona?"

jj: "ne. kenapa belum datang yah?" ~ lirik kanan kiri

dan terlihat dari kejauhan. yoona dan junho berlari menuju dbsk.

aku: "sunbae apa sudah dibuka perbannya?

uchun: "ne . dalam prosses unna. kalian dari mana saja baru datang?"

junho: "kami terjebak macet hyung. lagi pula tadi sore kami kesini. kami pulang dulu. dan saat tahu junsu akan dibuka perban kami langsung kembali lagi."

aku: "tadi sangat ramai di dekat gedung tua yg pernah changmin oppa ceritakan."

cm: "memang ada apa yoona disana?" ~antusias dan yg lain juga.

aku: "setau kami ada pembunuhan. seorang pria bernama shiiii...shiii..siapa si oppa?

semua kaget, dan sangat ingin tahu siapa korbannya.

junho: ~terlihat berpikir "shiii...shiwon."

dbsk: "mwo?"

cm: "hyung, dia kan salah satu yg kita curigai dalam pristiwa junsu, kalu dia saja dibunuh berarti bukan dia dan mungkin bukan teman2nya. lalu siapa? kita kehilangan jejak." ~sambil mondar mandir, aku baru tahu cm hyung punya jiwa detektif

uno: " ada benarnya cm. tapi tadi pagi junsu kan cerita kalau yg melukainya pria gendut dan botak. jadi memang mungkin bukan dia."

junho: "tapi saat kami tanya, di tempat kejadian tidak ada siapa2 selain mayat shiwon. kemana teman2nya?" ~ikut bertampang detektif dan mondar mandir ngikutin cm.

cm: "hyung sedang apa?" ~brenti mondar mandir karena 10 cm di depannya junho dengan muka mengerenyit.

junho: "ee.. aniyo." ~dan langsung duduk

aku: "ahhh bingung. kita pikir saja lagi nanti, sekarang lebih baik berdoa untuk junsu oppa." ~belaga bosy, tapi anehnya semua sunbae nurut. mereka mengepal tlapak tangan dan menunduk.

beberapa detik hening sekali ( ~ wuuuushhhh )

aku: "semoga junsu oppa baik2 saja"

all: "aminn"

dan setelah itu, dokter keluar dari r.pasien.
sekarang kalian bisa melihatnya. silahkan.

kami semua langsung bergerak dan bejalan menuju ruangan junsu.
sungguh kami sangat penasaran. dann ...

aku: " oppaaaa..." ~sambil memegang wajah junsu

all: ~melongo

aku melihat muka junsu oppa...
tidak berubah. (?)

junsu: "apa ada yang aneh? ataukah mukaku seperti Christian Ronaldo" ~gubrak!

uchun: "apa yg berubah. hanya terlihat bekas luka saja."

junho: "syukurlah tidak berubah, kalau berubah kita tidak dianggap kembar lagi."
semua orang melirik junho oppa dengan muka datar, lalu kembali melihat balik junsu. (junho gondok besar ;P)

aku: "ah dokter, aku kira 10% itu apa, ternyata bekas luka ini" ~sambil mengusap- usap muka oppa

junsu: "haha junho kita tetap kembar. banzai!" sambil mengangkat tangan ke atas (tarian bali)
junho juga begitu. ~banzai!

uno: "baguslah. semua baik2 sja." ~tersenyum lega

junho: "hyung, temanmu shiwon ......." ~ragu

junsu: "kenapa? ada apa memang dengan dia?"

aku: "ah aniyo..kita bicarakan yg lain saja. hmmm oppa laparkan? aku suapi yah?"
~sambil membuka bungkus makanan di atas meja
" aaa...aa"

junsu: ~amm " ada apa ini sebenarnya?" ~sambil mengunyah makanan

jj: "aniyo. junho hanya saja teringat ttg critamu tadi pagi." sambil mencoba narsis lagi di dekat junsu ~click!

js: " hyung .." ~dzig . menendang jj "kau ini."

jj: "ah kau ini. aku foto lagi yah" ~click! (kali ini semua melihat kamera dengan expresi seadanya)

all: "jaejoong...!"

jj: "kenang2an. ~hahaha."

uno: "sudah2 biarkan dia." ~melihat jam ( jam 09.30 )
"sudah malam lagi. bagaimana ini?"

aku: "aku akan disini saja, lagi pula besok minggu. sunbae semua bagaimana?"

uchun: "aku disini saja. aku malas pulang." ~selonjoran di sofa

junho: "aku akan pulang. menunggu rumah. hari ini appa dan umma pulang, una"

aku: "ash. aku lupa. hmm bilang saja disini oppa"

junho: "terserahlah. ne aku pulang duluan yah. Jo eun bam doeh shi gi reul."
~ sambil keluar ruangan dan melambaikan tangan

all: "Jo eun bam."

uno: "aku akan pulang juga. siapa yg akan ikut?"

jj: "aku ikut. kamu cm?"

cm: "andwe. aku,una dan uchun hyung disini saja."

jj: "oke. kita pulang yah. junsu istirahat yg cukup . jo-eun kkum kkwo"

junsu: "ne. hati2 hyung."

uno dan jj pun keluar dari ruangan.

aku: "aku mengantuk. huwaaamm.."

uchun: "tidur disin saja una" ~sofa mini, tapi panjangnya cukup untuk tubuhku.

aku: "gamshahamnida. tapi kau dimana sunbae?"

uchun: "disini (di kursi selonjoran)

cm: "baiklah semua sudah dapat tempat tidur." (cm di sofa yg panjang, krn ukuran tubuhnya terlalu jangkung)

junsu: "okei. Jo-eun-bam, jo-eun kkum kkwo."

kami: "jo-eun kkum kkwo"
kami semuapun tidur dalam ruangan hening dengan cahaya sayu dari lampu tidur.

tapi di luar terdengar ketukan langkah kaki. siapa itu ?

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Tidak ada komentar: