Rabu, 04 November 2009

mini ff . nothing better . 2

mini ff . nothing better . 2
 by Meeranti Aprilisna

"di . .dia" kata dokter ragu
"dia terserang flu babi," *lho . saraf nih dokter
"dan soal mukanya, seperti terkena cakaran bertubi- tubi" lanjutnya *nah nyambung

"apa dia akan baik baik saja?" tanya ku dengan muka penuh harap

"tenang nona, muka nya mungkin sedikit berbeda nanti," jawab dokter tenang
"dan kami akan melanjutkan oprasi ini sekarang, soal flu babi itu syukurnya masi bisa tertolong" lanjutan kata si dokter

"mwo? oprasi muka?" aku kaget hampir teriak.
junho pun melongo terlihat mulutnya melangap sebesar telapak tanganku.

"tenanglah. oprasi ini tidak akan sampai 50% merubah mukanya. mungkin hanya 10% nona." kata dokter menjawab dengan muka rata non expresion, *pengen nonjok tu muka pas ak lg panik

"oke oke, tolong cepat." kata junho cepat sambil memegang tanganku erat.

"baiklah, kami akan lakukan yg terbaik. sekitar 60menit oprasi tercepat, bisa sampai 2x60menit bila banyak kendala."kata dokter terburu- buru
"kami akan melanjutkan oprasi ini, permisi" lanjut dokter sambil masuk ke R.UGD

duk! ~ bunyi keras terdengar saat aku duduk.
"una sabarlah. Hyung tetap tampan. mungkin . ."kata junho berusaha tenang *ni orang tenang mulu, non expresion

"ne oppa, aku yakin junsu oppa tetep tampan, aku tak mau mukanya nanti membuat ratusan ribu xiaholic ninggalin dia" aku posthink

"bagus" kata junho sambil tersenyum kecil
"oia aku coba hubungi yg lain" lanjut junho sambil mengetik tombol hanvun.

tut . tit . tat . tet . tot
"ne junho" kata orang di sebrang

"hyung, junsu pingsan dan mukanya hancur. tapi sekarang dia sedang di oprasi di R.UGD RS Seoul. Ku harap kau kesini" kata junho panjang lebar hampir tak bernafas

"mwo? okey okey. aku kesana segera" terdengar yunho menjawab cepat.

lalu telpon di tutup.
"dia akan segera datang. mungkin dia akan mengajak anak- anaknya. maksudku sunbae mu itu." kata junho sambil menggaruk garuk punggungnya *panuan mas?

"oh sunbae."responku singkat, antara senang dan ngantuk.
tapi senang juga sunbae2 tampan itu kesini. ku harap mukaku terlihat cantik nanti *narsis najis

10menit kemudian

drap . . darp . .drap
terdengar derapan langkah langkah kaki cepat.
"una bagaimana dengan junsu?" tanya uno panik

"e..e.. dia di oprasi, sunbae. mukanya hancur, dan.."aku lirik lirik muka muka tampan mereka dulu
"dan dia terkena flu babi. tapi flu babi bisa tertolong. namun mukanya akan sedikit berubah karena oprasi." kata ku panjang dan memang lebar

"mwo? oprasi muka?" oppa oppa serempak kaget.

"kenapa memangnya una?"kata uchun dengan suara serba (serak basah.red)

"aku juga tak tau, uchun sunbae. saat junsu oppa tiba di rumah tadi, mukanya sudah berlumuran darah. dia tak sempat bicara, dan langsung pingsan." aku menjelaskan

"pukul berapa junsu tiba di rumah una?" tanya changmin layaknya detektif

"jam 9.00" jawab junho cepat, terlihat ia tidak mau gondok sendirian.

"jam 9.00 yah. ."terlihat changmin sedang berpikir.

"kenapa changmin?" tanya jejung heran.

"begini hyung. pukul 7.00 aku dan dia pergi ke game PlayStation langganan kita. kita hanya bermain sebentar. ehm . . sekitar 60menit. sekitar jam 8.00 kita pulang. namun junsu . ." changmin sedikit menghela nafas.

"junsu mwo?" uno penasaran, kami juga.

"junsu sakit perut *gubrak! " kata changmin polos
"dan dia merasa pusing terasa lemah." lanjut changmin meyakinkan.

"aku coba menuntun dia, tapi dia bilang 'pergi duluan saja, ato coba kau carikan obat untukku di apotik sana', aku pun langsung ke apotik dan meninggalkan dia di depan sebuah gedung tua." changmin meneruskan pristiwa.

flashback. junsu (pov)
"cepat. jgn lama!" perintah ku pada changmin

"iyah. tunggu disini, apotiknya tidak jauh" kata changmin sambil berjalan mencari apotik.

"kenapa tempatnya sesepi ini. dasar changmin kau sembrono menaruh ku." aku mengeluh.

drap. . drap . .drap..
langkah langkap berat mendekatiku
"junsu, annyeong haseo? suda lama kita tidak bertemu semenjak kau di dbsk" kata pria berewokan bersama ke 3 orang di belakangnya

"ka . . kau.." aku tergagap

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Tidak ada komentar: