mini ff . nothing better . 5
by Meeranti Aprilisna
12.00PM
"keluarga junsu?" tanya dokter yg baru keluar dr R.UGD
aku mulai ling lung. rasanya mata ini berat sekali, tapi aku mendengar seseorang bicara.
"haa. . " aku membuka mulut
"keluarga junsu?" tanya dokter lagi
"keluarga junsu?" mengiang dalam benakku
"oh yah aku." aku langsung terbangun mendadak bersemangat, namun sayang changmin sunbae jadi terjatuh (karena tadi ia bersandar di pundakku)
"oh yah benar anda. mianhae bila oprasi ini membuat anda menunggu, tapi anda dapat bernafas lega. karena oprasi ini berhasil." kini dokter tersenyum
"syukurlah" aku tersenyum sangat lebar, sambil melirik changminsshi tersenyum juga.
"tuhan trimakasih" aku berbisik dalam hati
dokter lalu menjelaskan kalau junsu harus istirahat dulu, minimal 8 jam. maka aku dan changmin memutuskan untuk kembali beristirahat menunggu waktu itu tiba. barulah nanti kami akan memberitahu yang lain.
08.00AM RS SEOUL
"hei hyung, mianhae waktu itu meninggalkan mu." changmin mulai berbicara
"apa? aku tak mengerti. ngomong- ngomong siapa kalian? junsu terlihat pucat.
dahinya mengerenyit saat melihat kami.
"oh andwe.." kataku
"oppa, kau hilang ingatan? tolong lah oppa, jangan buat kami khawatir." aku mulai cemas.
"hei junsu, kau bercanda kan? ayolah, jangan buat kami cemas untuk kedua kalinya." uno shi berbicara sangat tegas, ia serius dan ku lihat semua yg di ruangan pasien ini bermuka serius
"aku... ~kekekekekeke" junsu tertawa
"ne aku bercanda. senang kalian disini. oh.. rasanya mukaku seperti mumi." junsu selalu begitu. tak tahu semua khawatir, ia sempatkan untuk bercanda di nalik lipatan perbannya.
"memang seperti mumi, hyung.~kekeke. Tp aku takut kau kenapa2." junho terlihat sangat senang, ia pun mencoba memeluk junsu, junsu menyambut hangat.
aku dan yang lain jg memeluknya satu persatu
"sungguh aneh, mengapa berakhir seperti ini, tanpa jejak, tanpa saksi." jj mulai membahas lagi
"ia benar, tak mungkin tidak ada yg mengenal junsu." kata uchun
"oh.. kalian sudah tahu?" junsu bertanya, ia mulai serius terdengar dari cara bicaranya
"sudah oppa. kami sangat simpatik dengan peristiwa ini."
"aku bahkan masih penasaran dengan kejadian sebenarnya." aku heran.
Di tempat jauh dari RS segerombolan orang asik bermain kartu. di ruang gelap penuh sesak, bau alkohol dan banyak serpihan makanan dimana-mana.
"hahaha.. bagus kartunya. ayo lanjut." shiwon berteriak kegirangan.
selepas kabur dari Bang Kyungwook mereka bersembunyi di gedung tua itu (baca chap.2)
"Bang Kyungwook memang gak da capenya ngejar kita." kata Lee Soowook sambil melempar kartu ke meja " haha kalah lo Ryuwook." lanjutnya kegirangan
"memang.hmm w gak tahu nasib junsu bagaimana. w sedikit kwatir." Song Ryuwook membalas. "haah tenang saja, w masi punya kartu bagus. nih!"
'" ah mana tega mereka. pasti tahu junsu lah " Jun Leemin bicara. "bagian w kan. inih! haha lo punya apa shiwon?"
"benar min, mereka udah pasti tahu. jadi moga aja dia gak kenapa." respon shiwon
"inih! haha kalah lo leemin." sambil melempar kartu.
"lo udah kalah 3X. bodohnya looo.." ledek shiwon.
dan yg lain ikut menjitak kepala lee min ~lee min pasrah T.T
terdengar pintu dlm gedung tua berbunyi.
' kreeeet.. '
"sembunyi.."bisik shiwon pada semua.
mereka bersembunyi. semua tegang. berharap bukan orang itu yg datang.
"ini aku.Hae Won. Song Hae Won" kata perempuan berambut panjang dan berparas manis. ia masuk ke dlm ruangan itu sambil menutup idungnya. ' uhhh bau busuk apa ini."
semua keluar dari persembunyiannya. membuat hae won terkejut.
"kalian sedang apa? apa lagi kau oppa, keluar dari drum. haha."
"hah ash, lo woonii." kata shiwon sambil membersihkan bajunya yg terkena oli.
"mau apa?"
"kau tak liat aku bawa apa? ini makan pagi kalian." jawab hae won sambil menyimpan ke atas meja.
"asiiikkk...kimichi" Ryuwook langsung menyerbu makanan.
yg lain juga menyerbunya. dan langsung menyantap tanpa berdoa *emang doa kea gmn mereka, w gak tau. :P
"oppa, aku liat di news kemaren. ada perkelahian lagi di Huwangwee. bang Kyungwook masi ngejar kalian?" tanya hae won simpatik
"kita sudah berhutang banyak, tapi kan kita sudah bayar lunas. betulkan cingu?" jawab shiwon sambil mengedipkan matanya ke Soowook. dan terus menyantap kimichi
"i..iiyah woonii." jawab Soowook gagap, sambil memakan kimichi
"tenang woonii, kehidupan itu penuh kekerasn, apalagi buat orang miskin kea kita." Ryuwook sabar, " hmmm enaakk. wonni."
"haha hae won yg bikin dong sunbae." hae won terlihat senang
tiba- tiba leemin menyimpan kimichinya
" sebentar, w ke luar dulu. mian." tiba-tiba muka leemin tegang sembari mengeluarkan hanvun.
yg lain tidak peduli, hanya mengangguk dengan mulut penuh kimichi
"gomawo" leemin berbicara di hanvun
"sip." seseorang membalas dari seberang
tobecontinued
//jangan copy tanpa permisi dan credit //
Tidak ada komentar:
Posting Komentar