mini ff . mothing better . 4
by Meeranti Aprilisna
Flashback junsu (pov)
"aandwee...." aku menjerit *naik 5 oktaf dari do+
aku mencoba menutupi mukaku, namun tetap itu mengincar mukaku.
"ngeong ... uuung.. eong.." aungan kecil kucing itu setelah mencakar-cakar mukaku.
"haha rasakan!" teriak si Bobi sambil melemparkan kucing itu. lalu ia pergi meninggalkan aku sendiri *alahh
"ahrg.. ahrg.." aku merasa lemah setelah perkelahian tadi, dan luka- luka ini. ~sambil melap muka dengan masker.
ku urungkan niatku untuk kembali ke dbsk's apartemen dengan rupaku kini.
dan memutuskan ke rumahku yang jaraknya hanya 1 blok dari sini. akupun memesan taxi.
~taxi tiba
9.00PM my house, gyung gi do, Seoul
aku menekan bel di pintu. tak lama kemudian dia membuka pintu.
yoona langsung memegangku.
"Jun, knp kamu oppa?" dia panik
"yoona, aku . ." ~ aku terjatuh tepat di kakinya, lalu gelap...
junsu (pov) end
flasback Changmin (pov)
9.00PM dbsk's apartemen
"annyeong" sambil masuk ke apartemen.
terlihat jj sedang asik memasak, uno selonjoran di kursi malas, dan uchun menonton kartun.
"hei kenapa harus ke rental PS?" tanya uno sambil melihatku
"eh .. tunggu. mana junsu?" lanjutnya heran, uchun dan jj pun langsung melirik aku dengan muka tanya
"banyak cd baru hyung . tenang uno sshi, dia bersama teman SD nya" jawabku tenang sambil duduk di pinggir uchun."mereka bernostalgia, jadi aku tinggalkan saja." lanjutku sambil mengambil remote memindahkan ke chanel news
"kenapa kau tinggalkan begitu saja? apa takkan tertangkap paparazi?" tanya uchun khawatir sambil merebut remote dariku, dan ia mengembalikan ke chanel kartun.
"sepertinya takkan ketahuan. dia memakai masker, dia flu" jawabku sambil mencoba merebut remote kembali. namun tak bisa, uchun menyelipkannya di bawah pantatnya. *gokil ni orang
"ah kenapa kartun? kau sudah besar hyung." aku sedikit kesal
uchun tak menjawab, dia hanya memasang muka masa bodohnya
"umma jejung.." aku mengeluh pada jj
"apa kau? selalu mengadu." uchun mulai bicara
"haha kalian anak- anak nakal." jejung melantur ~ sambil memasukan mie ramen dari panci ke 5 mangkuk. Ia selalu menganggap kami anaknya. tapi memang karena kami selalu menganggap ia 'umma'.
"hei kalian ini bicarakan apa. aku takut terjadi apa2 dengan junsu." appa uno khawatir.
"kita suruh staff untuk menjeputnya saja" lanjutnya
"sudahlah hyung, kita semua kan punya teman masa kecil, dan saat bertemu lagi diumur kita ini, maksutku di umur kalian itu pasti senang bernostalgia." kataku sembari mencoba mengambil remote di bawah pantat uchun. ~kuharap tidak kentut.
"yah dapat!" lalu aku berlari ke belakang uno, dan memindahkan ke chanel news
"hey changmin." uchun mencoba mengejarku
lalu aku dan uchun saling berputar- putar dekat uno.
"sudahlah. kalian ini seperti anak Tk." jj mendekati kami, dan menarik uchun untuk tidak mengejarku.
"sudah duduk." jj menarik uchun duduk di sampingnya, menjauh dariku.
"hey lihat diberita." kata uno pada kami. kamipun langsung melirik ke layar tv
~ breaking news. live at Huwangwee street
"ne yorogun. sekitar pukul 8.30PM, telah terjadi perkelahian di Jalan Huwangwee. namun kami terlambat datang, sehingga kami tidak dapat meliput langsung peristiwa itu. tapi yorogun, anda dapat melihat bercak- bercak darah disini. walaupun sedikit diperkirakan perkelahian cukup serius.
baik, dimohon semua untuk waspada dengan lingkungan sekitar. sekian. Jung Hankook melaporkan langsung dari Jalan Huwangwee. kembali ke sbstv studio"
"wah sekarang tempat ramai pun rawan keributan." aku berkesimpulan
"iyah memang tidak pandang bulu dan muka, bahkan asal ribut saja. padahal mungkin orang yg dipukul itu artis atau penyanyi.fiuh.." uno jg berpendapat
"artis? wah berarti yg asal ribut itu tidak punya tv yah?" uchun mencoba merubah atmosfer horor, menjadi komedi
"uchunie kenapa kau membuat pertanyaan seperti itu, hahaha.." respon jj.
"yah memang pasti begitu kan." uchun berikeras. sambil mengambil ramen buatan jj.
"sisakan untukku." aku berteriak pada uchun.
"masih ada 4 mangkuk." kata uchun, lalu memakan ramen
"untukku semua." aku tersenyum
"hheeee.." semua menoleh padaku, tapi bukannya mereka sudah tahu porsiku :)
changmin (pov) end
back to hospital
"kenapa ditinggal dekat gedung tua sunbae?" aku heran
"memang junsu sendiri memintanya. aku jg berusaha cepat kembali sambil membawa obat.
lalu saat aku sampai. ." changmin bercerita
"kamu melihat ia bersama teman junsu." uno memotong
"iyah, kau suda bilang changmin." uchun menegaskan
"okey okey. aniyo araseo." aku bingung
"begini una. stelah changmin kembali ia melihat junsu bersama teman2nya. lalu teman2nya mengajak jalan2, tapi changmin tidak ikut." jj ikut menjelaskan.
"intinya begitu." sergap changmin
"oh jadi sunbae biarkan gitu saja. lalu sunbae percaya?" aku kesal
"tenang una. tadinya aku curiga, tapi junsu terlihat santai bahkan senang. jadi aku percaya takkan terjadi apa2" tegas changmin
"sebentar. kalau saat itu tak ada saksi, bisa saja apa yg terjadi dengan hyung karena orang2 itu. atau mungkin mereka pelakunya." junho angkat bicara
"jangan terlalu cepat menyimpulkan, memang bisa saja mereka, tapi waktu dan tempat perkelahian berbeda, jadi kita tak ada bukti untuk menuduh." uno berbicara layak detektif, dan yg lain terlihat serius
"iyah kita jangan terburu- buru menyimpulkan." uchun setuju. dan yg juga terlihat setuju.
11.00PM
"sudah sangat malam. kita lanjutkan saja nanti perdebatan mengenai peristiwa itu. lebih baik kita istirahat selagi junsu di oprasi" jj perhatian
"huwammmm.. aku setuju." changmin terlihat mengantuk, dan ia menaruh kepalanya di pundakku.
~ ups. aku jadi tak mengantuk :)
"kalau begitu kalian tidurlah di rumah kami. biar aku saja yg menunggu disini." saran ku.
"mwo? kamu sendiri? hoho andwe. aku takkan membiarkan wanita sendirian." uchun menolak.
"akupun inginnya ditemani kalian, tapi kasian melihat muka kalian sangat kelelahan." kataku dalam hati
"tapi memang lebih baik kita tidak disini. maksutku kita dapat mengundang banyak perhatian." kata jj sambil mengucek matanya yg mulai kantuk
"yasudah. aku akan menemani yuuna disini" kata changmin.
"kalian pergilah dengan junho hyung.. huwaaam.." lanjut changmin yg menjatuhkan kepalanya ke pundakku~lagi
"ne, terserah. tapi ku harap kamu tidak mengundang perhatian banyak orang." respon uno.
"araseo." kata changmin singkat.
"yahh pergilah.." lanjut changmin mengusir
"hei changminie, kamu mau berduaan dengan una kan? hayo mengaku.." junho melantur
"mwo? kau asal bicara oppa." aku menutupi rasa maluku. changmin pun jadi terbangun, dan mengucek mukanya sambil berkata. " aniyo, aku sudah malas untuk berjalan. atau kalian mau menggendongku?" tanya changmin.
yang lain saling melirik, dan tak peduli.
changmin : "ne araseo."
dan akhirnya uno, jj, uchun, dan junho oppa pergi meniggalkan kami. mereka akan beristirahat di rumahku. aku dan changmin sunbae menunggu junsu di RS.
aku juga sudah mengantuk, dan aku pun tidur. ~bluk
12.00PM
"keluarga junsu?" tanya dokter yg baru keluar dr R.UGD
tobecontinued
//jangan copy tanpa permisi dan credit //
Tidak ada komentar:
Posting Komentar