mini ff . nothing better . 1
by : Meeranti Aprilisna
9.00PM junsu's house, gyung gi do, Seoul
aku tersentak kaget , saat ku buka pintu rumahku .
hampir terjatuh , namun aku kuatkan diri.
~ aku lihat
pria di depan ku berlumuran darah,
dari ujung rambut tapi tak sampai ujung kaki,
namun mukanya nyaris hancur.
"Jun, knp kamu oppa?" aku panik
"yoona, aku . ." ~ junsu terjatuh tepat di kakiku,
terasa dingin tubuhnya, saat ku dekap ia.
"junho, cepat telpon ambulance" aku teriak panik.
"buat apa yunna? sapa yg sakit? ~ terdengar suara pria dr lantai dua
"junsu pingsan, sudah cepat sini dan telpon ambulance" aku hampir marah karena kelemotan junho :@
tuit. . tuit . .
10menit kemudian ambulan datang
segera junsu di naikn ke mobil,
aku dan junho ikut di dalamnya,
aku menangis sambil memgang erat tangan junsu yg semakin dingin
"tuhan tolonglah dia" ~ aku berdoa dalam hati
"memang knp dia una?" tanya junho gelisah
"mana tahu, tiba2 saat buka pintu, muka dia sudah begitu"
~ sambil melihat muka junsu yg remuk seperti keripik *lebayaction
akhirnya sampai di RS Seoul
kami semua berlari, membawa junsu yang terbaring di atas kasur dorong.
dengan kecepatan pelari maraton, kami menuju ruang UGD
"anda berdua tunggu disini" kata seorang dokter berpakaian hijau siap mengoprasi
"ne, dok" kata kami serempak.
aku dan junho duduk di kursi tunggu.
mukaku sepertinya kusut tak karuan, sesuai dengan hatiku yg tak karuan.
"una, tenanglah" kata junho melihat muka ku seperti muka 'haha' saat tertumpuk "eagle eye"
"sulit oppa,"aku sedikit marah
"kamu tak panik oppa?"lanjutku
"panik, tapi tak perlu pasang muka jelek seperti kamu" junho meledek.
"oppa, ash !" aku kesal
30menit sudah, terasa bagai menunggu bang toyib yg tak pulang *lebayaction
"lama sekali" aku gelisah
~terlihat para dokter dengan saputangan berlumur darah keluar dari pintu R.UGD
"dok bagaimana dengan dia (junsu.red)" aku langsung bertanya
"di. . dia " dokter menjawab ragu
tobecontinued
//jangan copy tanpa permisi dan credit //
Tidak ada komentar:
Posting Komentar