Sabtu, 14 November 2009

mini ff . nothing better . 6

mini ff . nothing better . 6
by Meeranti Aprilisna

"gomawo" leemin berbicara di hanvun
"sip." seseorang membalas dari seberang

RS Seoul. 08.00PM

"hyung kami bawa banyak makanan, ada sondae, kimchi, dan banyak buah." changmin mendekati junsu.

junsu: "gomawo. tapi sulit makan kalau muka di perban begini. by the way, bagaimana konser di sbs?"

jj: "kita suda kasih yg maximal, tapi tetap saja terasa kurang." sambil narsis di dekat junsu

junsu: "hyung, mukaku seperti mumi ini kau foto juga" sambil mendorong jj.
jj pun turun dari kasur junsu.

lalu pintu kamar terdengar diketuk. seorang dokter dan dua suster masuk.

dokter: "junsushi, saatnya membuka perban. apa anda sudah siap?"

semua orang terlihat antusias sambil melihat respon junsu

junsu: " na..nanen siap!"

semua tersenyum senang

uno: "baiklah kita akan keluar. Hwaiting!" :)

uchun: "semoga berhasil!"

akhirnya jj, uno, uchun, changmin keluar ruangan.
terlihat banyak cassiopeia di luar ruangan, tapi sudah diamankan beberapa security, terdengar teriakan ~junsu oppa hwaiting! ~kita selalu mendukung mu ~kyaaaa. lalu mereka diusir karena menggangu. (kasihan padahal udah ada yg bawa jimat jimat gak jelas. salib segede pager juga dibawa (?)

cm: ~terlihat menghitung berapa banyak wanita disana "34,35.....40"

uchun: "ah kau sedang apa minmin?"

cm: "ah.. aniyo.."

mereka duduk di kursi tunggu, berharap semoga saat dibuka perban junsu nanti tidak terjadi apa2 dengan mukanya.

jj: "sudah jam segini mereka belum datang" ~ sambil melihat jam

uno: "siapa? junho dan yoona?"

jj: "ne. kenapa belum datang yah?" ~ lirik kanan kiri

dan terlihat dari kejauhan. yoona dan junho berlari menuju dbsk.

aku: "sunbae apa sudah dibuka perbannya?

uchun: "ne . dalam prosses unna. kalian dari mana saja baru datang?"

junho: "kami terjebak macet hyung. lagi pula tadi sore kami kesini. kami pulang dulu. dan saat tahu junsu akan dibuka perban kami langsung kembali lagi."

aku: "tadi sangat ramai di dekat gedung tua yg pernah changmin oppa ceritakan."

cm: "memang ada apa yoona disana?" ~antusias dan yg lain juga.

aku: "setau kami ada pembunuhan. seorang pria bernama shiiii...shiii..siapa si oppa?

semua kaget, dan sangat ingin tahu siapa korbannya.

junho: ~terlihat berpikir "shiii...shiwon."

dbsk: "mwo?"

cm: "hyung, dia kan salah satu yg kita curigai dalam pristiwa junsu, kalu dia saja dibunuh berarti bukan dia dan mungkin bukan teman2nya. lalu siapa? kita kehilangan jejak." ~sambil mondar mandir, aku baru tahu cm hyung punya jiwa detektif

uno: " ada benarnya cm. tapi tadi pagi junsu kan cerita kalau yg melukainya pria gendut dan botak. jadi memang mungkin bukan dia."

junho: "tapi saat kami tanya, di tempat kejadian tidak ada siapa2 selain mayat shiwon. kemana teman2nya?" ~ikut bertampang detektif dan mondar mandir ngikutin cm.

cm: "hyung sedang apa?" ~brenti mondar mandir karena 10 cm di depannya junho dengan muka mengerenyit.

junho: "ee.. aniyo." ~dan langsung duduk

aku: "ahhh bingung. kita pikir saja lagi nanti, sekarang lebih baik berdoa untuk junsu oppa." ~belaga bosy, tapi anehnya semua sunbae nurut. mereka mengepal tlapak tangan dan menunduk.

beberapa detik hening sekali ( ~ wuuuushhhh )

aku: "semoga junsu oppa baik2 saja"

all: "aminn"

dan setelah itu, dokter keluar dari r.pasien.
sekarang kalian bisa melihatnya. silahkan.

kami semua langsung bergerak dan bejalan menuju ruangan junsu.
sungguh kami sangat penasaran. dann ...

aku: " oppaaaa..." ~sambil memegang wajah junsu

all: ~melongo

aku melihat muka junsu oppa...
tidak berubah. (?)

junsu: "apa ada yang aneh? ataukah mukaku seperti Christian Ronaldo" ~gubrak!

uchun: "apa yg berubah. hanya terlihat bekas luka saja."

junho: "syukurlah tidak berubah, kalau berubah kita tidak dianggap kembar lagi."
semua orang melirik junho oppa dengan muka datar, lalu kembali melihat balik junsu. (junho gondok besar ;P)

aku: "ah dokter, aku kira 10% itu apa, ternyata bekas luka ini" ~sambil mengusap- usap muka oppa

junsu: "haha junho kita tetap kembar. banzai!" sambil mengangkat tangan ke atas (tarian bali)
junho juga begitu. ~banzai!

uno: "baguslah. semua baik2 sja." ~tersenyum lega

junho: "hyung, temanmu shiwon ......." ~ragu

junsu: "kenapa? ada apa memang dengan dia?"

aku: "ah aniyo..kita bicarakan yg lain saja. hmmm oppa laparkan? aku suapi yah?"
~sambil membuka bungkus makanan di atas meja
" aaa...aa"

junsu: ~amm " ada apa ini sebenarnya?" ~sambil mengunyah makanan

jj: "aniyo. junho hanya saja teringat ttg critamu tadi pagi." sambil mencoba narsis lagi di dekat junsu ~click!

js: " hyung .." ~dzig . menendang jj "kau ini."

jj: "ah kau ini. aku foto lagi yah" ~click! (kali ini semua melihat kamera dengan expresi seadanya)

all: "jaejoong...!"

jj: "kenang2an. ~hahaha."

uno: "sudah2 biarkan dia." ~melihat jam ( jam 09.30 )
"sudah malam lagi. bagaimana ini?"

aku: "aku akan disini saja, lagi pula besok minggu. sunbae semua bagaimana?"

uchun: "aku disini saja. aku malas pulang." ~selonjoran di sofa

junho: "aku akan pulang. menunggu rumah. hari ini appa dan umma pulang, una"

aku: "ash. aku lupa. hmm bilang saja disini oppa"

junho: "terserahlah. ne aku pulang duluan yah. Jo eun bam doeh shi gi reul."
~ sambil keluar ruangan dan melambaikan tangan

all: "Jo eun bam."

uno: "aku akan pulang juga. siapa yg akan ikut?"

jj: "aku ikut. kamu cm?"

cm: "andwe. aku,una dan uchun hyung disini saja."

jj: "oke. kita pulang yah. junsu istirahat yg cukup . jo-eun kkum kkwo"

junsu: "ne. hati2 hyung."

uno dan jj pun keluar dari ruangan.

aku: "aku mengantuk. huwaaamm.."

uchun: "tidur disin saja una" ~sofa mini, tapi panjangnya cukup untuk tubuhku.

aku: "gamshahamnida. tapi kau dimana sunbae?"

uchun: "disini (di kursi selonjoran)

cm: "baiklah semua sudah dapat tempat tidur." (cm di sofa yg panjang, krn ukuran tubuhnya terlalu jangkung)

junsu: "okei. Jo-eun-bam, jo-eun kkum kkwo."

kami: "jo-eun kkum kkwo"
kami semuapun tidur dalam ruangan hening dengan cahaya sayu dari lampu tidur.

tapi di luar terdengar ketukan langkah kaki. siapa itu ?

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Jumat, 13 November 2009

mini ff . nothing better . 5

mini ff . nothing better . 5 
by Meeranti Aprilisna

12.00PM
"keluarga junsu?" tanya dokter yg baru keluar dr R.UGD

aku mulai ling lung. rasanya mata ini berat sekali, tapi aku mendengar seseorang bicara.
"haa. . " aku membuka mulut

"keluarga junsu?" tanya dokter lagi

"keluarga junsu?" mengiang dalam benakku
"oh yah aku." aku langsung terbangun mendadak bersemangat, namun sayang changmin sunbae jadi terjatuh (karena tadi ia bersandar di pundakku)

"oh yah benar anda. mianhae bila oprasi ini membuat anda menunggu, tapi anda dapat bernafas lega. karena oprasi ini berhasil." kini dokter tersenyum

"syukurlah" aku tersenyum sangat lebar, sambil melirik changminsshi tersenyum juga.
"tuhan trimakasih" aku berbisik dalam hati

dokter lalu menjelaskan kalau junsu harus istirahat dulu, minimal 8 jam. maka aku dan changmin memutuskan untuk kembali beristirahat menunggu waktu itu tiba. barulah nanti kami akan memberitahu yang lain.

08.00AM RS SEOUL

"hei hyung, mianhae waktu itu meninggalkan mu." changmin mulai berbicara

"apa? aku tak mengerti. ngomong- ngomong siapa kalian? junsu terlihat pucat.
dahinya mengerenyit saat melihat kami.

"oh andwe.." kataku
"oppa, kau hilang ingatan? tolong lah oppa, jangan buat kami khawatir." aku mulai cemas.

"hei junsu, kau bercanda kan? ayolah, jangan buat kami cemas untuk kedua kalinya." uno shi berbicara sangat tegas, ia serius dan ku lihat semua yg di ruangan pasien ini bermuka serius

"aku... ~kekekekekeke" junsu tertawa
"ne aku bercanda. senang kalian disini. oh.. rasanya mukaku seperti mumi." junsu selalu begitu. tak tahu semua khawatir, ia sempatkan untuk bercanda di nalik lipatan perbannya.

"memang seperti mumi, hyung.~kekeke. Tp aku takut kau kenapa2." junho terlihat sangat senang, ia pun mencoba memeluk junsu, junsu menyambut hangat.
aku dan yang lain jg memeluknya satu persatu

"sungguh aneh, mengapa berakhir seperti ini, tanpa jejak, tanpa saksi." jj mulai membahas lagi

"ia benar, tak mungkin tidak ada yg mengenal junsu." kata uchun

"oh.. kalian sudah tahu?" junsu bertanya, ia mulai serius terdengar dari cara bicaranya

"sudah oppa. kami sangat simpatik dengan peristiwa ini."
"aku bahkan masih penasaran dengan kejadian sebenarnya." aku heran.

Di tempat jauh dari RS segerombolan orang asik bermain kartu. di ruang gelap penuh sesak, bau alkohol dan banyak serpihan makanan dimana-mana.

"hahaha.. bagus kartunya. ayo lanjut." shiwon berteriak kegirangan.
selepas kabur dari Bang Kyungwook mereka bersembunyi di gedung tua itu (baca chap.2)

"Bang Kyungwook memang gak da capenya ngejar kita." kata Lee Soowook sambil melempar kartu ke meja " haha kalah lo Ryuwook." lanjutnya kegirangan

"memang.hmm w gak tahu nasib junsu bagaimana. w sedikit kwatir." Song Ryuwook membalas. "haah tenang saja, w masi punya kartu bagus. nih!"

'" ah mana tega mereka. pasti tahu junsu lah " Jun Leemin bicara. "bagian w kan. inih! haha lo punya apa shiwon?"

"benar min, mereka udah pasti tahu. jadi moga aja dia gak kenapa." respon shiwon
"inih! haha kalah lo leemin." sambil melempar kartu.
"lo udah kalah 3X. bodohnya looo.." ledek shiwon.
dan yg lain ikut menjitak kepala lee min ~lee min pasrah T.T

terdengar pintu dlm gedung tua berbunyi.
' kreeeet.. '
"sembunyi.."bisik shiwon pada semua.
mereka bersembunyi. semua tegang. berharap bukan orang itu yg datang.

"ini aku.Hae Won. Song Hae Won" kata perempuan berambut panjang dan berparas manis. ia masuk ke dlm ruangan itu sambil menutup idungnya. ' uhhh bau busuk apa ini."

semua keluar dari persembunyiannya. membuat hae won terkejut.
"kalian sedang apa? apa lagi kau oppa, keluar dari drum. haha."

"hah ash, lo woonii." kata shiwon sambil membersihkan bajunya yg terkena oli.
"mau apa?"

"kau tak liat aku bawa apa? ini makan pagi kalian." jawab hae won sambil menyimpan ke atas meja.

"asiiikkk...kimichi" Ryuwook langsung menyerbu makanan.
yg lain juga menyerbunya. dan langsung menyantap tanpa berdoa *emang doa kea gmn mereka, w gak tau. :P

"oppa, aku liat di news kemaren. ada perkelahian lagi di Huwangwee. bang Kyungwook masi ngejar kalian?" tanya hae won simpatik

"kita sudah berhutang banyak, tapi kan kita sudah bayar lunas. betulkan cingu?" jawab shiwon sambil mengedipkan matanya ke Soowook. dan terus menyantap kimichi

"i..iiyah woonii." jawab Soowook gagap, sambil memakan kimichi

"tenang woonii, kehidupan itu penuh kekerasn, apalagi buat orang miskin kea kita." Ryuwook sabar, " hmmm enaakk. wonni."

"haha hae won yg bikin dong sunbae." hae won terlihat senang

tiba- tiba leemin menyimpan kimichinya
" sebentar, w ke luar dulu. mian." tiba-tiba muka leemin tegang sembari mengeluarkan hanvun.
yg lain tidak peduli, hanya mengangguk dengan mulut penuh kimichi

"gomawo" leemin berbicara di hanvun
"sip." seseorang membalas dari seberang

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Senin, 09 November 2009

mini ff . mothing better . 4

mini ff . mothing better . 4
by Meeranti Aprilisna

Flashback junsu (pov)

"aandwee...." aku menjerit *naik 5 oktaf dari do+
aku mencoba menutupi mukaku, namun tetap itu mengincar mukaku.

"ngeong ... uuung.. eong.." aungan kecil kucing itu setelah mencakar-cakar mukaku.

"haha rasakan!" teriak si Bobi sambil melemparkan kucing itu. lalu ia pergi meninggalkan aku sendiri *alahh

"ahrg.. ahrg.." aku merasa lemah setelah perkelahian tadi, dan luka- luka ini. ~sambil melap muka dengan masker.
ku urungkan niatku untuk kembali ke dbsk's apartemen dengan rupaku kini.
dan memutuskan ke rumahku yang jaraknya hanya 1 blok dari sini. akupun memesan taxi.
~taxi tiba
9.00PM my house, gyung gi do, Seoul
aku menekan bel di pintu. tak lama kemudian dia membuka pintu.
yoona langsung memegangku.

"Jun, knp kamu oppa?" dia panik

"yoona, aku . ." ~ aku terjatuh tepat di kakinya, lalu gelap...

junsu (pov) end


flasback Changmin (pov)
9.00PM dbsk's apartemen

"annyeong" sambil masuk ke apartemen.
terlihat jj sedang asik memasak, uno selonjoran di kursi malas, dan uchun menonton kartun.

"hei kenapa harus ke rental PS?" tanya uno sambil melihatku
"eh .. tunggu. mana junsu?" lanjutnya heran, uchun dan jj pun langsung melirik aku dengan muka tanya

"banyak cd baru hyung . tenang uno sshi, dia bersama teman SD nya" jawabku tenang sambil duduk di pinggir uchun."mereka bernostalgia, jadi aku tinggalkan saja." lanjutku sambil mengambil remote memindahkan ke chanel news

"kenapa kau tinggalkan begitu saja? apa takkan tertangkap paparazi?" tanya uchun khawatir sambil merebut remote dariku, dan ia mengembalikan ke chanel kartun.

"sepertinya takkan ketahuan. dia memakai masker, dia flu" jawabku sambil mencoba merebut remote kembali. namun tak bisa, uchun menyelipkannya di bawah pantatnya. *gokil ni orang
"ah kenapa kartun? kau sudah besar hyung." aku sedikit kesal
uchun tak menjawab, dia hanya memasang muka masa bodohnya
"umma jejung.." aku mengeluh pada jj

"apa kau? selalu mengadu." uchun mulai bicara

"haha kalian anak- anak nakal." jejung melantur ~ sambil memasukan mie ramen dari panci ke 5 mangkuk. Ia selalu menganggap kami anaknya. tapi memang karena kami selalu menganggap ia 'umma'.

"hei kalian ini bicarakan apa. aku takut terjadi apa2 dengan junsu." appa uno khawatir.
"kita suruh staff untuk menjeputnya saja" lanjutnya

"sudahlah hyung, kita semua kan punya teman masa kecil, dan saat bertemu lagi diumur kita ini, maksutku di umur kalian itu pasti senang bernostalgia." kataku sembari mencoba mengambil remote di bawah pantat uchun. ~kuharap tidak kentut.
"yah dapat!" lalu aku berlari ke belakang uno, dan memindahkan ke chanel news

"hey changmin." uchun mencoba mengejarku
lalu aku dan uchun saling berputar- putar dekat uno.

"sudahlah. kalian ini seperti anak Tk." jj mendekati kami, dan menarik uchun untuk tidak mengejarku.
"sudah duduk." jj menarik uchun duduk di sampingnya, menjauh dariku.

"hey lihat diberita." kata uno pada kami. kamipun langsung melirik ke layar tv

~ breaking news. live at Huwangwee street
"ne yorogun. sekitar pukul 8.30PM, telah terjadi perkelahian di Jalan Huwangwee. namun kami terlambat datang, sehingga kami tidak dapat meliput langsung peristiwa itu. tapi yorogun, anda dapat melihat bercak- bercak darah disini. walaupun sedikit diperkirakan perkelahian cukup serius.
baik, dimohon semua untuk waspada dengan lingkungan sekitar. sekian. Jung Hankook melaporkan langsung dari Jalan Huwangwee. kembali ke sbstv studio"

"wah sekarang tempat ramai pun rawan keributan." aku berkesimpulan

"iyah memang tidak pandang bulu dan muka, bahkan asal ribut saja. padahal mungkin orang yg dipukul itu artis atau penyanyi.fiuh.." uno jg berpendapat

"artis? wah berarti yg asal ribut itu tidak punya tv yah?" uchun mencoba merubah atmosfer horor, menjadi komedi

"uchunie kenapa kau membuat pertanyaan seperti itu, hahaha.." respon jj.

"yah memang pasti begitu kan." uchun berikeras. sambil mengambil ramen buatan jj.

"sisakan untukku." aku berteriak pada uchun.

"masih ada 4 mangkuk." kata uchun, lalu memakan ramen

"untukku semua." aku tersenyum

"hheeee.." semua menoleh padaku, tapi bukannya mereka sudah tahu porsiku :)

changmin (pov) end

back to hospital
"kenapa ditinggal dekat gedung tua sunbae?" aku heran

"memang junsu sendiri memintanya. aku jg berusaha cepat kembali sambil membawa obat.
lalu saat aku sampai. ." changmin bercerita

"kamu melihat ia bersama teman junsu." uno memotong

"iyah, kau suda bilang changmin." uchun menegaskan

"okey okey. aniyo araseo." aku bingung

"begini una. stelah changmin kembali ia melihat junsu bersama teman2nya. lalu teman2nya mengajak jalan2, tapi changmin tidak ikut." jj ikut menjelaskan.

"intinya begitu." sergap changmin

"oh jadi sunbae biarkan gitu saja. lalu sunbae percaya?" aku kesal

"tenang una. tadinya aku curiga, tapi junsu terlihat santai bahkan senang. jadi aku percaya takkan terjadi apa2" tegas changmin

"sebentar. kalau saat itu tak ada saksi, bisa saja apa yg terjadi dengan hyung karena orang2 itu. atau mungkin mereka pelakunya." junho angkat bicara

"jangan terlalu cepat menyimpulkan, memang bisa saja mereka, tapi waktu dan tempat perkelahian berbeda, jadi kita tak ada bukti untuk menuduh." uno berbicara layak detektif, dan yg lain terlihat serius

"iyah kita jangan terburu- buru menyimpulkan." uchun setuju. dan yg juga terlihat setuju.

11.00PM
"sudah sangat malam. kita lanjutkan saja nanti perdebatan mengenai peristiwa itu. lebih baik kita istirahat selagi junsu di oprasi" jj perhatian

"huwammmm.. aku setuju." changmin terlihat mengantuk, dan ia menaruh kepalanya di pundakku.
~ ups. aku jadi tak mengantuk :)

"kalau begitu kalian tidurlah di rumah kami. biar aku saja yg menunggu disini." saran ku.

"mwo? kamu sendiri? hoho andwe. aku takkan membiarkan wanita sendirian." uchun menolak.
"akupun inginnya ditemani kalian, tapi kasian melihat muka kalian sangat kelelahan." kataku dalam hati

"tapi memang lebih baik kita tidak disini. maksutku kita dapat mengundang banyak perhatian." kata jj sambil mengucek matanya yg mulai kantuk

"yasudah. aku akan menemani yuuna disini" kata changmin.
"kalian pergilah dengan junho hyung.. huwaaam.." lanjut changmin yg menjatuhkan kepalanya ke pundakku~lagi

"ne, terserah. tapi ku harap kamu tidak mengundang perhatian banyak orang." respon uno.

"araseo." kata changmin singkat.
"yahh pergilah.." lanjut changmin mengusir

"hei changminie, kamu mau berduaan dengan una kan? hayo mengaku.." junho melantur

"mwo? kau asal bicara oppa." aku menutupi rasa maluku. changmin pun jadi terbangun, dan mengucek mukanya sambil berkata. " aniyo, aku sudah malas untuk berjalan. atau kalian mau menggendongku?" tanya changmin.
yang lain saling melirik, dan tak peduli.

changmin : "ne araseo."

dan akhirnya uno, jj, uchun, dan junho oppa pergi meniggalkan kami. mereka akan beristirahat di rumahku. aku dan changmin sunbae menunggu junsu di RS.
aku juga sudah mengantuk, dan aku pun tidur. ~bluk

12.00PM
"keluarga junsu?" tanya dokter yg baru keluar dr R.UGD

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Jumat, 06 November 2009

mini ff . nothing better . 3

mini ff . nothing better . 3
by Meeranti Aprilisna

flashback junsu (pov)
"ka . .kau" aku tergagap
"kau Song Shiwon, Song Hae Won oppa . Baik cingu (sambil salam salaman). kau dengan siapa saja?" aku bertanya

"cingu."jawab Shiwon

"annyeonghaseyo. jeoneun Lee Soowook-rago haeyo" kata pria jangkung kurus menunduk ke arahku

"annyeonghaseyo. jeoneun Jun Leemin-rago haeyo" salam pria pendek berambut ikal

"annyeonghaseyo. jeoneun Song Ryuwook-rago haeyo" kata pria bertubuk kekar mendekatiku

"annyeong" salamku.
"sangat kebetulan kita bertemu disini. sudah 5tahun semenjak aku debut dengan dbsk kita tidak bertemu. kau bertambah tua *tertawa- tawa" aku meledek

"shiwon, haha dasar crazy bastard" balas shiwon ~sambil memukul kepalaku

"Kau sendirian cingu?" tanya Soowook

"andwae, aku bersama changmin." jawabku

"hei, selagi ada junsu bagaimana kalau kita jalan2?" ajak Leemin sumeringah :)

"ide bagus" Ryuwook setuju, begitu juga yg lain sembari mengangguk

"jalan2? aku sedikit tidak enak badan, mianhae" jawabku jujur

"ah tidak seru kalau tidak ada kau, jun." shiwon terlihat kecewa

lalu, terlihat changmin membawa kantong plastik berisi obat, datang mendekati kami.
"annyeong" changmin langsung memberi salam, dan yg lain menyambut
"apa aku kenal kalian?" changmin heran

"kami junsu cingu, changminie" shiwon menjawab sembari memukul pundak changmin

"Changmin, apa kau mau bermain dengan kami? Junsu terlihat pucat, sepertinya sakit, dia tidak mau ikut." kata Leemin

"ne dia sakit" kata changmin sambil memberi obat pada ku.
"ini obatnya. aku juga membelikanmu masker, kamu spertinya flu." lanjut changmin

"gomawo" jawabku singkat. sembari memakan obat dan memakai masker.

"bagaimana sudah baikan hyung?" tanya changmin perhatian

beberapa saat kemudian aku baru menjawab

"baik. lebih baik" jawab ku sedikit senang

"kalau begitu kita jalan2 cingu" ajak Ryuwook

"begini saja. junsu hyung kan teman kalian, jadi silahkan kalian bernostalgila *just for junsu who is crazy" kata changmin. "aku akan pulang, takut yg lain (dbsk's member.red) khawatir. bagaimana?" lanjutnya

"tak masalah." shiwon setuju, yg lain tidak berkomentar hanya menganggukkan kepala *kea lagu projectpop non geleng geleng

"okei kita berangkat!" tereakku dibalik masker.aku bersemangat *layaknya pahlawan siap perang
yang lain menoleh terkaget, changmin pun mundur tiba2

"wah hebat obatnya, bikin ni cowok dari loyo jadi semangat gini. ck.. ck.." kagum Soowook

Lalu, Changmin pergi meninggalkan kami. ia kembali ke apartemen tempat dbsk tinggal. aku dan yg lain berjalan- jalan di kota.

Sudah lama aku tak bertemu mereka, kamipun banyak berbicara ttg masa lalu. Sungguh menyenangkan. tapi itu tak lama. karena . .

"Woi kau Shiwon, akhirnya kau datang." kata pria kekar tak jauh dari kami.

"itu Bang Kyungwook, kabur!" perintah Shiwon, namun aku hirau karena aku tak mengerti *gak kenal bang kyungwook. tapi yg lain sudah lari terbirit- birit dan berpencar.

3orang pria mengejar yg lain, bang kyungwook mengejar shiwon. dan..

"haha mau ikut lari cingu?" tiba- tiba seorang pria botak bertubuh gemuk *bobi (botak biadab) gendut mendekatiku

"ada apa bang? saya tak mengerti." aku heran.

"belaga bego lo!" ~ Hiyyyaaat . . . si bobi langsung menerbangkan kepalan tangan tepat menuju mukaku.

~ Dzig ! suara keras terdengar pas mukaku.
"Auw sakit , ash!" aku marah, sambil melepas masker yg terpasang

Dan keributan ini terjadi, kaki saling memukul, menghantam, dan sejenisnya.
Si Bobi selalu mengincar mukaku *menghilangkan ketampananku . aku tak ingin kalah. aku terus memukul perut tambuy (berlipat.red)nya. terlihat perutnya bergetar- getar.

"sialan kau. beraninya kau memukul-mukul ini (perut kesayangan.red)" si bobi marah
~ hiyaat . . . si Bobi mengarahkan sesuatu di tangannya ke mukaku

"aandweee...." aku menjerit *naik 5 oktaf dari do+

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Rabu, 04 November 2009

mini ff . nothing better . 2

mini ff . nothing better . 2
 by Meeranti Aprilisna

"di . .dia" kata dokter ragu
"dia terserang flu babi," *lho . saraf nih dokter
"dan soal mukanya, seperti terkena cakaran bertubi- tubi" lanjutnya *nah nyambung

"apa dia akan baik baik saja?" tanya ku dengan muka penuh harap

"tenang nona, muka nya mungkin sedikit berbeda nanti," jawab dokter tenang
"dan kami akan melanjutkan oprasi ini sekarang, soal flu babi itu syukurnya masi bisa tertolong" lanjutan kata si dokter

"mwo? oprasi muka?" aku kaget hampir teriak.
junho pun melongo terlihat mulutnya melangap sebesar telapak tanganku.

"tenanglah. oprasi ini tidak akan sampai 50% merubah mukanya. mungkin hanya 10% nona." kata dokter menjawab dengan muka rata non expresion, *pengen nonjok tu muka pas ak lg panik

"oke oke, tolong cepat." kata junho cepat sambil memegang tanganku erat.

"baiklah, kami akan lakukan yg terbaik. sekitar 60menit oprasi tercepat, bisa sampai 2x60menit bila banyak kendala."kata dokter terburu- buru
"kami akan melanjutkan oprasi ini, permisi" lanjut dokter sambil masuk ke R.UGD

duk! ~ bunyi keras terdengar saat aku duduk.
"una sabarlah. Hyung tetap tampan. mungkin . ."kata junho berusaha tenang *ni orang tenang mulu, non expresion

"ne oppa, aku yakin junsu oppa tetep tampan, aku tak mau mukanya nanti membuat ratusan ribu xiaholic ninggalin dia" aku posthink

"bagus" kata junho sambil tersenyum kecil
"oia aku coba hubungi yg lain" lanjut junho sambil mengetik tombol hanvun.

tut . tit . tat . tet . tot
"ne junho" kata orang di sebrang

"hyung, junsu pingsan dan mukanya hancur. tapi sekarang dia sedang di oprasi di R.UGD RS Seoul. Ku harap kau kesini" kata junho panjang lebar hampir tak bernafas

"mwo? okey okey. aku kesana segera" terdengar yunho menjawab cepat.

lalu telpon di tutup.
"dia akan segera datang. mungkin dia akan mengajak anak- anaknya. maksudku sunbae mu itu." kata junho sambil menggaruk garuk punggungnya *panuan mas?

"oh sunbae."responku singkat, antara senang dan ngantuk.
tapi senang juga sunbae2 tampan itu kesini. ku harap mukaku terlihat cantik nanti *narsis najis

10menit kemudian

drap . . darp . .drap
terdengar derapan langkah langkah kaki cepat.
"una bagaimana dengan junsu?" tanya uno panik

"e..e.. dia di oprasi, sunbae. mukanya hancur, dan.."aku lirik lirik muka muka tampan mereka dulu
"dan dia terkena flu babi. tapi flu babi bisa tertolong. namun mukanya akan sedikit berubah karena oprasi." kata ku panjang dan memang lebar

"mwo? oprasi muka?" oppa oppa serempak kaget.

"kenapa memangnya una?"kata uchun dengan suara serba (serak basah.red)

"aku juga tak tau, uchun sunbae. saat junsu oppa tiba di rumah tadi, mukanya sudah berlumuran darah. dia tak sempat bicara, dan langsung pingsan." aku menjelaskan

"pukul berapa junsu tiba di rumah una?" tanya changmin layaknya detektif

"jam 9.00" jawab junho cepat, terlihat ia tidak mau gondok sendirian.

"jam 9.00 yah. ."terlihat changmin sedang berpikir.

"kenapa changmin?" tanya jejung heran.

"begini hyung. pukul 7.00 aku dan dia pergi ke game PlayStation langganan kita. kita hanya bermain sebentar. ehm . . sekitar 60menit. sekitar jam 8.00 kita pulang. namun junsu . ." changmin sedikit menghela nafas.

"junsu mwo?" uno penasaran, kami juga.

"junsu sakit perut *gubrak! " kata changmin polos
"dan dia merasa pusing terasa lemah." lanjut changmin meyakinkan.

"aku coba menuntun dia, tapi dia bilang 'pergi duluan saja, ato coba kau carikan obat untukku di apotik sana', aku pun langsung ke apotik dan meninggalkan dia di depan sebuah gedung tua." changmin meneruskan pristiwa.

flashback. junsu (pov)
"cepat. jgn lama!" perintah ku pada changmin

"iyah. tunggu disini, apotiknya tidak jauh" kata changmin sambil berjalan mencari apotik.

"kenapa tempatnya sesepi ini. dasar changmin kau sembrono menaruh ku." aku mengeluh.

drap. . drap . .drap..
langkah langkap berat mendekatiku
"junsu, annyeong haseo? suda lama kita tidak bertemu semenjak kau di dbsk" kata pria berewokan bersama ke 3 orang di belakangnya

"ka . . kau.." aku tergagap

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Senin, 02 November 2009

Why People Like TVXQ

Why People Like TVXQ
by Meeranti Aprilisna

TVXQ is one of famous boyband from SM Entertaiment in South Korea. TVXQ is internasional name of Dong Bang Shin Ki. They are U-Know Yunho, Xiah Junsu, Micky Yoochun, Hero Jaejoong, and Max Changmin. Millions of people love them so much.

TVXQ is multitalented artist. Beside they have wonderful voice they are also famous with their cool dance. As a fact they have got many award like The Best Music Video for Rising Sun song and People's Choice Award Mnet KM Music Video Fest.Vers , Thailand Music Award, Popular Vote Asia Artist and many more.

They are also the cast many drama serial which show that they also have a good quality in acting. Their famous dram serial are Dangerous Love, Unforgettable Love Story have the highest ratting and watch by some people in the world.

Finally, many home production choose them as their icon for their product. Such as fashion by their handsome face many people are interested in using their product. As a result millions of people join at their fans club (Cassiopeia.red) and 800.000 cassiopeias are legally registered in Guiness Book as the biggest Fans Club.

//don't copy without permit and credit //

mini ff . nothing better . 1

mini ff . nothing better . 1
by : Meeranti Aprilisna
9.00PM junsu's house, gyung gi do, Seoul

aku tersentak kaget , saat ku buka pintu rumahku .
hampir terjatuh , namun aku kuatkan diri.
~ aku lihat
pria di depan ku berlumuran darah,
dari ujung rambut tapi tak sampai ujung kaki,
namun mukanya nyaris hancur.

"Jun, knp kamu oppa?" aku panik

"yoona, aku . ." ~ junsu terjatuh tepat di kakiku,
terasa dingin tubuhnya, saat ku dekap ia.

"junho, cepat telpon ambulance" aku teriak panik.

"buat apa yunna? sapa yg sakit? ~ terdengar suara pria dr lantai dua

"junsu pingsan, sudah cepat sini dan telpon ambulance" aku hampir marah karena kelemotan junho :@

tuit. . tuit . .
10menit kemudian ambulan datang
segera junsu di naikn ke mobil,
aku dan junho ikut di dalamnya,
aku menangis sambil memgang erat tangan junsu yg semakin dingin
"tuhan tolonglah dia" ~ aku berdoa dalam hati

"memang knp dia una?" tanya junho gelisah

"mana tahu, tiba2 saat buka pintu, muka dia sudah begitu"
~ sambil melihat muka junsu yg remuk seperti keripik *lebayaction

akhirnya sampai di RS Seoul
kami semua berlari, membawa junsu yang terbaring di atas kasur dorong.
dengan kecepatan pelari maraton, kami menuju ruang UGD

"anda berdua tunggu disini" kata seorang dokter berpakaian hijau siap mengoprasi

"ne, dok" kata kami serempak.

aku dan junho duduk di kursi tunggu.
mukaku sepertinya kusut tak karuan, sesuai dengan hatiku yg tak karuan.

"una, tenanglah" kata junho melihat muka ku seperti muka 'haha' saat tertumpuk "eagle eye"
"sulit oppa,"aku sedikit marah
"kamu tak panik oppa?"lanjutku

"panik, tapi tak perlu pasang muka jelek seperti kamu" junho meledek.

"oppa, ash !" aku kesal

30menit sudah, terasa bagai menunggu bang toyib yg tak pulang *lebayaction
"lama sekali" aku gelisah

~terlihat para dokter dengan saputangan berlumur darah keluar dari pintu R.UGD
"dok bagaimana dengan dia (junsu.red)" aku langsung bertanya

"di. . dia " dokter menjawab ragu

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //