Senin, 18 Januari 2010

mini ff . nothing better . 7

mini ff . nothing better . 7
by Meeranti Aprilisna

mian baru lanjut. mari membaca !

by Meeranti Aprilisna

tapi di luar terdengar ketukan langkah kaki. siapa itu ?

" ee. ap kalian dengar langkah kaki oppa?" tanyaku di kegelapan.

changmin: "aku nyalakan lampunya ya?" bangun dari sofa

uchun: "andwe, andwe. tunggu siapa yg datang. kita siap2 saja. junsu kau dengar?"

junsu: "ne"

lalu orang di luar itu membuka pintu, dan masuk.

~ klik ~ lampu dinyalakan

aku, cm, uchun siap memukul,
~kyaaaa ~ wanita itu berteriak

changmin: "eehh ji soon ada apa malam2 kesini? kenapa tak bilang sebelumnya, kami kira org lain"
semua terkejut dan menurunkan kepalan tangan yg tak jadi melayang

ji soon: "mianhae. aku di suru bos kesini. tapi kenapa aku yah? ahh tak tau lah. dia menyuruhku kesini untuk membawa kabur junsu. dan saat lihat kalian membuat rencana ini ..sulit."

uchun: "enak saja. bukannya lebih mudah ada banyak yg membantu. tapi kenapa dibawa kabur? junsu kan belum sembuh total?"
semua ikut penasaran

ji soon: "begini uchun, saat tahu junsu terluka boss jadi khawatir. dia sudah menghubungi yunho, dan kata yunho semua baik2 saja. tapi boss tetap khawatir, ia merasa ada yg meneror junsu. dia berpikir keras setelah uno bercerita. tentang gedung tua itu, pria botak yg melukai junsu, dan kematian shiwon. berkaitan siihh.. makanya boss ingin aku membawa pergi junsu diam2 tanpa kalian. karena tidak mungkin aku mengajak kalian. yg ada para cassi ikut2an" ~ sambil menghembuskan nafas panjang
kami mendengar dg seksama

junsu: "mwo? untuk apa aku di bawa kabur? di sini aman kan?"

ji soon: "wah kau ini. aku saja bisa menyelinap dengan mudah. sudah kita harus cepat. di pinggir ruang ini ada tangga darurat, tapi di depan ada lobi. saat aku masuk tidak ada yg jaga. entah sekarang ada atau tidak." ~ lalu liat keluar dari luv di pintu ~ " wah sudah ada"

"sebentar. unni kenapa tidak menuggu oppa sembuh? aku tak tega kalau oppa sekarang dipaksa pulang" ~melihat junsu dengan muka iba

jisoon: " kau junsu yo dongsaeng? cantiknya . eh begini .." (berenti, menunggu aku menyebut namaku)
"kim yoona" jawabku langsung
jisoon: " begini unna. kau tau kan pembunuhan shiwon terjadi tadi? (aku mengangguk) itu tandanya penjahat itu sudah mulai bergerak. dan boss tidak mau terjadi hal buruk lagi terjadi pada junsu, atau yg lainnya."

"eh . .ne araseo. kalau begitu ayo pergi. oppa apa kau bisa berdiri?"

junsu: "bisa. yg luka kan mukaku una." ~lalu berdiri.

aku memasangkan jaket pada oppa. setidaknya menutupi baju pasiennya.
lalu kami merundingkan cara bagaimana kabur, dan . . (2 menit kemudian)

changmin: "hai.." ~menyapa penjaga

penjaga: "mwo? changmin dbsk. apa aku mimpi?" ~melotot sambil memegang muka cm

changmin: ~sedikit ketakutan "eh ne. boleh bantu aku sebentar?"

penjaga: "apapun ku lakukan untuk mu. aku juga seorang cassi" sambil tersenyum lebar sekali

lalu cm membawa penjaga jauh dari ruang junsu. aku,uchun, junsu dan jisoon keluar. kami mengendap- endap layak seorang mata2. lalu berlari di parkiran menuju mobil yg sudah dipersiapkan jisoon. kami menunggu cm. 3menit kemudian ia datang, dan kami langsung cabut . ~ buuummm
***
Esoknya. di kantor SM Entertaiment. ruang DBSK

boss: "sudah kita jangan menunggu lagi. kita harus selidiki kasus ini secepatnya. masalah ini bisa menggangu aktivitas kalian, aku tidak mau ada yg terluka lagi"
semua serius

junsu: "aku juga setuju. kalian suda mengerti kan dengan ceritaku tadi?"
semua mengangguk mengerti

jisoon: "kapan kita akan selidiki kasus ini? dan siapa yg akan handle?"

boss: "kamu dan Hae Won. hari ini juga."

jisoon: "mwo? wae? dia kan egois boss." ~pasang muka kesal

boss: "ayolah soonie. 2 tahun bekerja disini masih saja begini. lagi pula dia kan dekat dengan shiwon."

jisoon: "terserah lah, asalkan dia tidak menyebalkan." ~muka cemberut

boss: "dia pasti sedang bingung. pasti dia juga setuju saja, oppanya meninggal dengan tidak wajar. ia pasti ingin selidiki juga."
jisoon mengangguk

junsu : "okey. selamat bekerja. hwaiting!"

jisoon (pov)
dan aku mulai menjalankan rencana. aku pergi ke rumah shiwon dengan mobil sedanku. sambil memasang muka kesal selama perjalanan. 30menit kemudian sampai lah di rumah hae won. tepatnya jalan ..
aku menuju pintu rumah hae woon. terlihat rangkaian bunga bertuliskan "turut berduka cita" di depan rumahnya.
"rasanya kurang tepat." berbicara dalam hati

~ting tong ~ bel pintu dibunyikan
lalu seorang wanita membukakan pintu.
haewon terlihat sangat terpuruk. rambut acak2an, mata bengkak. dan mukanya pucat.

"haewon aku turut bersedih. apa aku boleh kedalam?" kataku langsung
ia mempersilahkan tanpa banyak bicara, se-egoisnya dia tapi rasanya aku sangat kasian padanya.

setelah duduk, kami hanya berdiam, beberapa lama kemudian

haewon: "ada apa soonie?"

"eh. begini wooni. ttg kematian oppamu, boss menyuruhku untuk ikut menyelidiki. dan menurutnya kau akan setuju saja. aku pun lgsg dikirim kesini."

haewon menyeka air matanya dan terlihat sedikit bersemangat.

haewon: "aku..ne aku setuju." lalu berdiri, dan pergi entah kemana. "sebentar"
5 menit kemudian, ia sudah mengganti bajunnya dan menata rambutnya.
"ayo kita mulai selidiki dari gedung tua itu."

kamipun segera berangkat, di perjalanan haewon bercerita banyak ttg shiwon dan teman2nya dan ttg hubungan buruk mereka dengan Kyungwook cs.
inti ceritanya:
Shiwon, oppa haewon terkenal dengan galaknya, tapi hatinya akan luluh dengan kesetian. dan akan sangat takut pada Kyungwook cs krn hutangnya. ia memang suka berbohong pada haewon, tapi haewon tahu kalau shiwon tidak mau melibatkannya. 'nothing better than him' kata wooni.

Soowook, pria jangkung kurus tapi punya tenaga yg cukup kuat untuk menghancurkan banyak batu bata dengan kepalanya.menurut wooni ia selalu misterius.wooni saja masi bingung dengan soowook. ia berumur 20 atau 25.

Leemin, pria pendek berambut ikal.kata wooni, ia yg paling bodoh dari yg lain. tapi ia akan sangat marah kalau ia diledek 'pintar'. terakhir tragedi kemarahan terbesarnya saat kelas 9. entah apa penyebabnya, tiba2 ia menghancurkan kelas. dan akhirnya ia dikeluarkan dari sekolahnya.

Ryuwook,pria kekar yg lembut hati. bisa disebut banci saat ia berhadapan ibunya. ia akan menangis bila dimarahi ibunya. tapi ia cukup pintar dalam beberapa hal.

dan ttg Kyungwook cs. beranggotakan 5 orang. kyungwook si leader, si bobi (botak biadab), si tompel, si tongkos, dan si pendiam.

30 menit kemudian kami sampai di gedung tua yg dibicarakan di kantor.
tempat itu dijaga polisi dengan garis kuning di tiap sisi. kami tak punya alasan kuat untuk meliput. syukurnya ada staff chanel KBS. kami pun minta bantuan mereka, kami berpura2 menjadi wartawan lalu masuk ke dalam. dan investigasi di mulai.

haewon: "disini ruangan waktu mereka berkumpul. uh baunya masi sama"

"lalu dimana oppamu meniggal?" tanya ku heran

hw: "disana. di dekat tumpukan sofa." ~sambil menuju tumpukan sofa

"uhm jaraknya hanya 4 meter dari pintu ini" aku mengamati "kejadiannya sore kan? apa mereka masi disini?"

hw: "entahlah, aku kan pulang pagi itu juga" ~berdiam, "eh tapi oppa menelponku pukul 2.00 siang. katanya 'wooni cepat ke gedung tua, kirim makanan' dengan suara biasa saja. tapi aku sangat sibuk di kantor dan tiba disini pukul 5.00 sore. dan akhirnya .." ~diam tidak meneruskan, matanya mulai berkaca

aku sangat kebingungan sekarang. tapi jiwa detektif yg ayah turunkan padaku membuat rasa penasaranku semakin kuat. aku berniat untuk terus mencari tahu.

tobecontinued

//jangan copy tanpa permisi dan credit //

Tidak ada komentar: