Senin, 18 Januari 2010

mini ff . nothing better . 9

mini ff . nothing better . 9
by Meeranti Aprilisna

Flashback Shiwon (pov)

"shiwoon?!" kata pria itu.
Lalu, si pria botak dekat pria itu langsung menujuku dengan sebilah pisau. dan..

Shiwon (pov) end

*terusan sebelumnya*

Aku, jisoon unni, dan haewon unn berputar2 lagi untuk mencari tahu apa2 saja yg terkait dg shiwon. kami bertanya pada polisi, kami saling bertukar info dan kami pun menjelaskan lebih rinci di kantor polisi.
kami ditanyai banyak hal, dan pastinya Haewon unni lah yg paling sering ditanya. Haewon unni menjelaskan mengenai Leemin, ryoowok, soowook, dan kyungwook cs.

Dengan penjelasan yg panjang pak polisi mengerti, pak polisi akhirnya ambil alih untuk mencari semua orang yg berkaitan dengan pembunuhan shiwon. namun masalah bukan itu saja, aku dan jisson unni menceritakan masalah junsu oppa juga. pak polisi jadi kebingungan sendiri, dia hanya menjawab ' ne...ehmm.. ne ehm .. eehh'.

setelah kami selesai bicara. pak polisi berkata " masalah ini sangat kompleks tapi kami akan mencoba untuk menginvestigasi satu persatu, dan besok kami akan memulai penginvestigasian. anda sekalian silahkan pulang. kami sangat berterima kasih pada kalian. gamsahamnida."

kamipun pamit pergi, saat keluar kantor polisi . .

"mwo? suda malam. (melihat jam) aku baru sadar jam 10.00 malam. aku pulang sendiri . andwee :( "

jisoon: "harus bagaimana lagi kamu bawa mobil sendiri. kalau ikut dengan ku bagaimana dengan mobilmu?"

"ne. kalau begitu sampai jalan yung way *ada gak sih nama jalan itu ?* kita konpoy yah unni? "

jisoon: "Baiklah. kamu berani kalau nanti kita berpisah?"

"hmm be . .berani ~bicara sedikit gagap" sambil tersenyum, tapi dihati menangis T.T

haewoon: "baguslah. ayo cepat pulang sebelum tambah malam."

semua mengangguk dan pergi

~bumm bumm. kami pergi

dalam mobilku
"aku nyalakan tape saja biar tidak sepi" sambil menekan tombol play.

~ Toki wo tomete
Zutto kimino sobani itai
Motto kimiwo dakishimetai
Hitotsu hitotsu kimino kotowo omoinagara
Eien dake shinjiteta
dan selanjutnya

10 menit kemudian. pertigaan yung way

mobil kami berhenti. jisoon unni keluar dari mobilnya, ia berjalan ke belakang, ke mobilku. aku membuka jendela mobil.

jisoon: "sampai disini yah. hati2 unna."

"ne unni. Jo eun bam doeh shi gi reul."

jisoon: "Jo eun bam"

unni lalu kembali ke mobil dan pergi. ia membelokan menuju jalan gung gan *haduh asal aj* aku berbelok menuju jalan ke gyung gi do *gyung gi do disini nama jalan bukan daerah. author maksa*

beberapa saat kemudian belum jauh dari jalan yung way, aku melihat ada mobil sedan TR30 *ngasal* mengikutiku.
aku tersadar mobil itu semakin dekat mobilku, tak pikir panjang aku pun menginjak gas, ~di kec. 100m/s . .110m/s . sambil memutar volume tape dengan keras supaya makin semangat ngebutnya.

"wah siapa itu yah? " pikirku sambil menambah kecepatan

~ckiiiiiiiiiittttt
tapi sial aku mengerem mendadak karena mobil TR30 sudah di depanku.
"duukk" bunyi keras saat kepalaku terpental ke stir.
"michida. siapa sih?" aku kesal sembari mengusap dahiku yg terasa benjol.
Di depan mobilku terlihat 3 orang pria menghampiri mobilku sambil membawa sesuatu.

"keluar kau!" suru salah satu pria berteriak berjalan menuju mobilku

"oh tidak! aku telpon oppa." ~sambil tangan mengambil handphone dengan tangan sangat gemetar. menekan tombol 1(fast call to junsu) dan tersambung

"oppa cepat ke.." belum sempat bicara, orang2 dari mobil TR30 mecoba menghancurkan mobil ku dengan balok kayu. dan besi.

"BRAAANGGG!" kaca mobil sopir pecah

"kyaaaaaaa!!!!!!!.." aku teriak sangat kencang.
Lalu, aku ditarik keluar secara paksa oleh salah satu dari mereka setelah ia berhasil memecahkan jendela mobil di sampingku.
Aku sangat kelagapan, jantung berdegub kencang, pikiranku berbelit- belit tak dapat berpikir jernih. Namun mataku masih bisa melihat jelas 3 pria ini. pria botak dan pria hitam mengawalku. sedangkan yg satunya langsung ke depan mobil (sopir). Kedua nya memaksaku masuk mobil mereka. si botak menutup kencang mulut ku dengan saputangan.

"oh andwee. siapa kalian? " dibalik saputangan aku mencoba berteriak.

"tooooollllooooonnn .. hmmm." mulutku terasa panas, otakku tak terkendali, semua jadi hitam . . .

Junsu (pov)

"kyaaaaaaa!!!!!!!.." teriak seberang

"unna? ada apa? unaaaa.." aku teriak.
para db menolehku kaget. changmin dan jj yg perang bantal berhenti, uno yg sedang makan tersendak ' ohok.. ohok', dan uchun yg sedang bermain piano terhenti ' deeeenggg" *bunyi piano*

all: "mwo?"

"unna menelepon ku. dia berbicara sangat ketakutan. dan dia berteriak. ada apa ini?" aku sangat khawatir

uchun: "kau telpon junho saja, cepat."

"ne," tanpa berpikir panjang. aku tekan tombol fast call 2 (to junho)

"yoboseyo," kata seberang

"hyung, dimana unna?" tanyaku cepat

junho:" dia dari siang pergi ke gedung tua. pergi bersama jisoon." jawabnya tenang

"oh, ne. gomawo." langsung aku tutup. dan mencari nomer jisoon.
~tet tut tet tot

"yoboseyo junsu ada apa?" tanya jisoon langsung

"sooni dmn yuuna? kau bersamanya?" tanyaku dengan sangat gelisah

"eh? iyah tadi aku bersamanya. tapi kami berpisah di jalan yung way. dia ke jalan gyung gi do. kenapa dg unna?" tanya ia heran

"tidak apa2, gomawo sooni." cepat2 aku tutup telpon, karna aku khwatir sooni bertanya yg lain.

"oke kita ke jalan gyung gi do." perintahku pd yg lain layak komandan.
semua menurut.lalu kami bergegas ke garasi. kami pergi dg mobil SM5 dg uchun yg mengemudi.

~bummmm bummm
di jalan.
"oh tuhan ada apa sebenarnya, dari tadi aku coba hubungi unna tidak ada jawaban." sambil terus mencoba menelpon ~ aku duduk di depan pinggir uchun

changmin: "insting ku mengatakan ada kaitannya dg penjahat2 itu. itu pasti." kata cm di belakang dg nada srius

uno: "akupun berpikir begitu. semoga kita tidak terlambat." uno pun srius

beberapa menit kemudian kami sampai jalan gyung gi do.

jj: "tidak mungkin." kata nya setelah melihat mobil unna yg lumayan hancur.
kami melihat kaca mobil yg pecah, dan body mobil yg hancur.

"michida. bagaimana ini?" aku tambah gelisah, sambil melihat kanan kiri jalan.
sialnya daerah ini memang sepi, daerah perbatasan yg tidak ada warga sedikitpun. sulit sekali bila harus mencari saksi. rasanya hanya mobil ini sebagai saksi.

uno: "lihat hanvun unna disini." kami melihat ke dalam dan memang hanvunnya masi di mobil.

uchun: "apa gunanya bila hanya hanvun ~sambil mengambil hanvun?" pertanyaan yg membuat down *dasar uchun*

jj: "hey bukannya hanvun unna punya cctv?" ingat jj *hahaha mana ada hanvun punya cctv*

cm: "mwo? kalau begitu kita cari saja." lalu cm merebut hanvun yg dipegang uchun.

kami melingkari cm. ia terlihat menekan tombol2 sesuai printah. dan membuka rekaman terbaru.

"lihat. seorang pria botak." kataku mencoba melihat jelas

uchun: "mana?" mecoba melihat " iyah dan ada pria lain disisinya sedang memukul mobil."

tapi sangat menyebalkan saat kita sedang mengamati, hanvunnya mati ~batre kosong

jj: "SHIT!" kesal "hanya segitu?"

"tunggu.. pria botak?" aku berpikir. "pria botak itu yg memukulku. yah aku ingat. ternyata dia benar2 mencariku. HEY B*JING* KELUAR KAU, HADAPI AKU!" aku berteriak di kegelapan malam ~ namun hanya angin malam yg membalas, yg lain hanya diam.

dada ku sangat sesak. jiwa ragaku dilanda emosi. rasanya aku ingin membun*h mereka yg se'enaknya saja melukai aku dan keluargaku. aku sangat marah!

uno: "Sabar junsu. bila kau semakin marah kau takkan bisa berpikir jenih, yg akhirnya sia2 kita kesini."
bicara dg tenang, ia mecoba menenangkanku

jj: "ne. coba pikir dia (org jahat itu) pasti memancingmu untuk menemui mereka. dg unna sbg umpannya."

cm: "betul. namun bila hyung seperti ini, mereka akan dg mudah menjebak hyung," cm ikut2an, "lebih baik kita terus kejalan sana (arah lurus dari mobil)" sarannya

kami melihat ke arah sana, dan kami saling mengangguk.
tidak pikir panjang, kami langsung naik ke mobil, dan berangkat.
uchun mengemudikan bagai pembalap, aku lihat kecepatannya 120m/s.
tapi bukan itu yg aku pikirkan. Yoona, hanya ia yg ada di pikiran dan jiwaku.

tobecontinued


//jangan copy tanpa permisi dan credit//

Tidak ada komentar: