mini ff . nothing better . 10
by Meeranti Aprilisna
kami melihat ke arah sana, dan kami saling mengangguk.
tidak pikir panjang, kami langsung naik ke mobil, dan berangkat.
uchun mengemudikan bagai pembalap, aku lihat kecepatannya 120m/s.
tapi bukan itu yg aku pikirkan. Yoona, hanya ia yg ada di pikiran dan jiwaku.
junsu (pov) end
jisson pov
kepalaku sangat pusing, seperti tertindih pria obesitas.
namun aku coba mengangkat kepalaku sedikit demi sedikit
sembari membuka mata yang dari tadi tertutup rapat.
perlahan aku mulai melihat sekeliling.
ruang gelap yg disinari oleh lampu redup,
membuat mataku berkerja keras melihat jelas.
akhirnya terlihat, 2 orang pria 4 meter di depanku.
pria kulit hitam dan pria jangkung menatapku
(L) hitam : "hei dia bangun"
(L) jangkung : "tenang saja, tangan dan kakinya terikat rapat."
Memang terasa ada yang mengganjal. tangan ku diikat kebelakang kursi
dan kakiku juga terikat rapat. sialnya mulutku terkunci dengan sapu tangan yg mengganjal.
Aku berusaha melepas ikatan, aku bergerak kesana kemari mencoba melepaskan semua ikatan.
tapi sia2, aku hanya menghabiskan tenagaku yg makin sedikit saja.
kedua pria itupun hanya tertawa cekikikan melihat tingkahku yg tak berguna.
betapa marahnya hati ini, ingin rasanya berteriak.
tapi percuma, itu sangat percuma, namun dalam hatiku masih berharap pertolongan.
(L) hitam : "percuma saja. bodohnya dirimu." ~ lalu tertawa kegirangan bersama temannya.
tertawa mereka begitu keras, membuat seseorang marah.
"hei baboo! berisik!" teriakan pria marah.
(L) jangkung: "mianhae boss. boss wanita ini sudah bangun"
"mwo?" kata pria tadi di balik ruangan sesak ini.
tiba2 pria gendut masuk ke dalam ruangan ini, dengan mulut penuh sisa2 makanan.
"hahaha junsu yo dongsaeng. bagaimana?" tanyanya sambil mendekatiku.
mukanya tepat 10 cm di depan mukaku. aku memalingkan wajahku ke kanan
"huh bau bangkai" aku berbisik dalam hati.
(L) botak: "kau tak dengar b*d*h!" ia berteriak padaku sambil tangannya menampar wajahku.
"kyyaaaaaaaaaa!!" aku berteriak di balik saputangan.
"hei kau apakan dia?!" kata seseorang di balik pria gendut sialan itu.
dan pria itu muncul di depanku.
"hei yunna." sapanya, "apa kau mengenalku?" tanya pria ini.
aku hanya menggeleng dengan raut ketakutan.
"tak apa. aku perkenalkan diri. Leemin imnida. ~dengan senyuman bengisnya"
"leemin. tidak mungkin, tidak mungkin." hati ku terasa sesak, pikiranku terasa memaksa.
memaksa untuk mempercayai ini. "pria ini, apa mungkin yang . . ?"
"hmm. sepertinya sudah mengerti," mengambil kursi dan duduk di depanku.
Leemin: "kau tau. oppa mu itu pria yang sangat jahat dulunya." mulai bercerita *dongeng ngga tepat
"yah kau pasti tidak percaya. tapi kenyataan tidak dapat dipungkiri."
flashback leemin saat SMP bersama junsu, dll.
"hey kita main yuk. lapangannya kosong." ajak ku pada soowook dan yg lain.
soowook: "ayo!"
kami langsung berlari menuju lapangan. tapi..
"minggir kalian. ini daerahku." han goong cs mengusir kami semua.
kami hanya menurut, ia anak kelas 9, anak paling ditakuti di sekolah. kami tak berani melawannya.
"hey kalian. kenapa selalu mengganggu kami. walaupun kami adik kelas kalian, kamipun berhak memakai lapangan ini." kata junsu datang menuju lapangan bersama hyukjae , dll.
tapi aku benci dia, sok pahlawan. sok paling tenar. aku benci!
"berani menantang yah" han goong marah, "hajar mereka!" perintah han goong pada kurcacinya.
dan pertempuran dimulai.
Han goong cs tidak hanya menghajar junsu cs melainkan menghajar aku dan teman2ku.
padahal kami tidak melawan. tapi karena si junsu yg sok pahlawan kita kena batunya.
aku sangat lemah bila berkelahi, alhasil badanku remuk, namun belum lama perkelahian ini pak Jung Pankyuu datang untuk melerai kami semua.
kami semua akhirny di hukum, namun hukuman paling parah untuk han goong cs. mereka di skors 2 minggu. aku dan yg lain di skors 2 hari, begitu pula junsu cs.
junsu : "mian" menunduk padaku.
aku hanya menolehnya sebentar dan pergi.
+ + +
hari setelah skors.
"leemin. kau masi marah padaku?" tanya junsu di kelas
"aniyo" jawabku singkat dan bohong.
"kau tau, karena ulahmu aku di skors dan di pukuli ayahku." bisikku marah dalam hati.
"okei. kau masih marah, bagaimana dengan gantinya aku belikan kau bola baru?" rujuk junsu
"tidak perlu." jawabku singkat.
"kau terlambat, aku sudah membawanya. ini untukmu." sambil memberikan bola putih berbahan kulit.
itu bola yg selama ini aku inginkan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.
ia hanya meletakkan di meja ku.
"semoga kau memaafkanku." kata junsu tegas.
tiba2 . .
"junsu, ke kantin yuk." ajak han hyo joo.
dia wanita yg selama 2 tahun ini aku suka. sangat aku suka.
tapi selalu saja, JUNSU!!
"ah, baiklah." jawab junsu cepat, "kau mau ikut juga lee?" tanyanya mengajakku.
"eh aniyo. aku di kelas saja." jawabku malas.
"ne. aku ke kantin ya." lalu ia pergi bersama hyo joo.
hyo joo memegang tangan junsu mencoba menarik- nariknya.
sungguh pemandangan yg membuat aku semakin benci dia!
istirahat selesai. pelajaran terakhir akan berakhir.
"baik. pertanyaan terakhir. siapa yg bisa jawab, akan ibu beri nilai." tanya ibu guru pada kami semua.
aku hanya melihat lembaran- lembaran buku, aku sangat malas dengan pelajaran sejarah.
"Shim Tong Sai" kataku sedikit keras saat ku melihat gambar seorang pria memegang timbangan
"ya leemin, apa katamu barusan?" ibu guru mengagetkanku.
"eh.. Shim tong Sai." kataku lagi.
"wah benar sekali. itu jawaban untuk pertanyaan tadi. kau mendapat nilai 100 leemin." kata ibu guru dengan senyum ramahnya.
aku hanya terbengong sambil melihat teman2ku yg heran setengah mati. mereka seperti terhipnotis.
rasanya mustahil memang. untuk mendapatkan nilai 100 bagiku, aku harus ritual khusus ke gunung Kilimanjaro mungkin.
~ting ting ting. bel sekolah menandakan pulang.
"baik anak2 sampai disini dulu. hati2 saat pulang" dan ibu guru pergi.
"wah aku tak percaya." kata soowook di pinggir ku
aku hanya tersenyum.
semua orang tidak peduli, mereka keluar sambil menggendong tas.
"kau 'pintar' leemin." kata junsu di belakangku.
tidak! aku sangat benci kata2 itu. 'pintar' kata2 yg menyakitkanku.
aku tak percaya musuhku ini berkata itu padaku.
"sampai jumpa besok." lalu junsu pergi sembari di tarik2 hyo joo.
"soowokk kau duluan saja. aku mau memeriksa tas ku sebentar." kataku bohong.
soowook: "baiklah" lalu pergi
setelah kelas sepi. aku keluarkan bola puti pemberian junsu.
aku lemparkan bola itu ke segala arah.
kaca ku pecahkan, meja kursi ku hancurkan, semua kurusakan dg bola sialan itu.
tak perlu waktu lama, kelas sudah seperti gudang tua.
dengan napas terengah engah, dan tangan yg merah- merah aku keluar dari kelas.
"sial!" aku terkejut ketika beberapa teman kelasku memandangku.
"kau kenapa lee?" tanya junsu.
aku tak peduli, dan walau aku dikeluarkan sekalipun asalkan tak pernah melihat kamu lagi.
dan itu menjadi kenyataan. orang tua ku sangat marah dengan kejadian ini. ditambah aku benar2 dikeluarkan.
orang tua ku tiba2 berubah tak peduli padaku, terutama ayahku.
setelah kejadian itu aku kabur dari rumah, aku tak ingin lagi di sini.
seminggu setelah aku kabur, aku kembali ke rumah.
entah apa yg membuat hati ku ingin kembali.
dan ternyata memang sesuatu membuatku harus datang ke sini.
ayahku yg aku anggap paling jahat, ternyata sudah meninggal.
ia dikuburkan kemarin. mama menceritakan dibalik semua.
ternyata ayah mencariku kemana2, menghabiskan banyak uang untuk mencariku.
saat hendak menyebrang jalan dalam keadaan tak sehat, ayah tertabrak truk yg mengebut.
truk itu tabrak lari. ayah yg sudah sekarat akhirnya meninggal saat di mobil ambulans.
miris hatiku mendengar semuanya. aku kebingungan dan mata ini meneteskan banyak air mata.
rasanya aku yg sangat bersalah karena hal ini. aku benci pada diriku
+ + +
3tahun kemudian
saat junsu sudah bergabung dg dbsk.
"yoboseyo lee, kamu tau junsu dan hyukjae diterima di SME?"
tanya hyo joo saat bertamu ke rumahku
"masa? hebat mereka." jawabku singkat.
musuh lamaku ternyata sudah menjadi orang, berbeda dg ku.
untuk mendapatkan hati hyo joo saja tidak bisa.
ternyata hyo joo tetap mencintai junsu.
walau ia tak pernah dapat tanggapan junsu yg semakin sibuk.
dan sering kali tidak dipedulikan junsu.
saat ia menelpon tak pernah ada jawaban, dansekarang nomor telponnya ganti.
saat ke rumah junsu, ternyata keluarganya sudah pindah dan tidak ada pemberitahuan.
hyo joo sebenarnya sangat kecewa, tapi ia tetap sabar.
aku sangat kasian padanya, tapi aku bisa apa.
beberapa minggu kemudian.
hyoo datang ke rumahku.
"kamu tahu, junsu sudah punya pacar?" hyo berkata terbata- bata sambil menangis.
matanya bengkak, mukanya pucat.
aku tak tega melihat wajah cantiknya rusak hanya karna seorang junsu.
beberapa hari kemudian hyo joo dikabarkan bunuh diri.
aku curiga ini karna kecemburuannya yg memuncak.
saat itulah rasanya aku ingin membalas semua perbuatan junsu
flasback leemin selesai
to be continued
//jangan copy tanpa permisi dan credit//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar